Baliva.id - Kuliner Mediterania dikenal sebagai salah satu kekayaan gastronomi paling beragam di dunia. Negara-negara seperti Italia, Yunani, Turki, Spanyol, hingga wilayah Afrika Utara memiliki makanan khas dengan bahan sederhana, tetapi cita rasanya sangat kuat berkat penggunaan rempah, minyak zaitun, sayuran segar, dan teknik memasak tradisional.
Menariknya, beberapa makanan khas Mediterania ternyata memiliki bentuk, tekstur, hingga cara penyajian yang sangat mirip dengan jajanan Indonesia. Mulai dari makanan yang menyerupai gorengan, sate, pastel, hingga cakwe, semuanya bisa membuat lidah orang Indonesia merasa tidak terlalu asing saat mencicipinya.
Kalau kamu pencinta wisata kuliner, berikut 10 kuliner khas Mediterania yang memiliki kemiripan dengan jajanan favorit di Indonesia.
1. Falafel, Gorengan Khas Timur Tengah yang Mirip Bakwan
Falafel merupakan makanan populer di kawasan Timur Tengah dan Mediterania yang dibuat dari kacang chickpea atau kacang fava yang dihaluskan, kemudian dicampur rempah-rempah sebelum digoreng hingga renyah.
Sekilas, tampilannya sangat mengingatkan pada bakwan atau gorengan khas Indonesia. Bedanya, falafel memiliki aroma rempah yang lebih kuat dan biasanya disajikan bersama roti pita, salad segar, atau saus tahini.
Kuliner ini cocok dijadikan camilan maupun makanan utama karena kaya protein nabati dan cukup mengenyangkan.
2. Arancini, Bola Nasi Renyah Ala Italia
Arancini berasal dari Sisilia, Italia, dan menjadi salah satu makanan jalanan paling terkenal di sana. Bentuknya berupa bola nasi yang diisi keju, daging cincang, atau saus tomat, kemudian dilapisi tepung roti dan digoreng hingga keemasan.
Bagi masyarakat Indonesia, konsep arancini terasa akrab karena mirip bola-bola nasi yang sering dijadikan camilan atau kreasi olahan nasi.
Perpaduan nasi lembut di dalam dan lapisan renyah di luar membuat arancini menjadi salah satu kuliner Mediterania yang wajib dicoba.
3. Souvlaki, Sate Versi Yunani
Souvlaki adalah hidangan khas Yunani berupa potongan daging ayam, sapi, atau domba yang ditusuk kemudian dipanggang di atas bara api.
Cara memasaknya hampir sama seperti sate Indonesia. Perbedaannya terletak pada bumbu dan saus pendamping. Jika sate Indonesia identik dengan saus kacang atau kecap manis, souvlaki biasanya disajikan dengan saus yogurt khas Yunani bernama tzatziki.
Souvlaki sering dinikmati bersama roti pita, kentang, dan salad segar.
4. Spanakopita, Pastel Renyah Isi Bayam dan Keju
Spanakopita merupakan pastry tradisional Yunani yang menggunakan filo pastry sebagai kulitnya. Isiannya terdiri dari bayam, keju feta, bawang, dan rempah-rempah.
Bentuk segitiga dan isi sayur membuat spanakopita mengingatkan pada pastel Indonesia. Bedanya, kulit spanakopita lebih tipis dan berlapis sehingga menghasilkan tekstur yang sangat renyah setelah dipanggang.
Makanan ini sering dijadikan camilan, menu sarapan, atau hidangan pembuka.
5. Empanada, Pastel Ala Spanyol
Empanada merupakan makanan khas Spanyol yang kemudian menyebar ke berbagai negara berpengaruh budaya Spanyol. Makanan ini berupa adonan pastry yang membungkus isian daging, ayam, sayuran, keju, hingga seafood.
Konsepnya sangat mirip dengan pastel goreng di Indonesia. Keduanya sama-sama memiliki kulit renyah dengan isian gurih yang praktis disantap kapan saja.
Empanada bisa dipanggang maupun digoreng sesuai daerah asalnya.
6. Panzarotti, Martabak Mini dengan Sentuhan Italia
Panzarotti berasal dari Italia Selatan dan memiliki bentuk seperti kantong adonan yang diisi saus tomat dan keju mozzarella sebelum digoreng atau dipanggang.
Saat digigit, isian kejunya meleleh sehingga memberikan sensasi yang mirip martabak mini atau roti goreng isi di Indonesia.
Kuliner ini sangat populer sebagai makanan ringan maupun bekal praktis.
7. Bourekas, Risoles Khas Mediterania
Bourekas merupakan pastry yang populer di wilayah Mediterania dan Timur Tengah. Isiannya sangat beragam, mulai dari kentang, bayam, jamur, daging, hingga berbagai jenis keju.
Bentuk dan konsepnya mengingatkan pada risoles Indonesia karena sama-sama menggunakan kulit pastry yang membungkus isian gurih.
Bourekas sering disajikan hangat sebagai camilan sore atau sarapan.
8. Socca, Pancake Gurih Mirip Bakwan
Socca adalah makanan khas Kota Nice, Prancis, yang dibuat dari tepung chickpea, minyak zaitun, dan air.
Adonan tipis ini dipanggang hingga permukaannya kecokelatan dan sedikit renyah. Walaupun bahan utamanya berbeda, socca memiliki konsep yang mirip bakwan atau gorengan tepung Indonesia.
Rasanya gurih, sederhana, dan cocok disantap bersama lada hitam atau saus pendamping.
9. Calamari Fritti, Cumi Goreng Tepung Favorit Mediterania
Calamari Fritti merupakan hidangan seafood yang sangat populer di Italia, Spanyol, dan negara-negara Mediterania lainnya.
Cumi dipotong berbentuk cincin, dibalut tepung berbumbu, kemudian digoreng hingga renyah.
Bagi masyarakat Indonesia, makanan ini terasa sangat familiar karena cumi goreng tepung juga banyak ditemukan di restoran seafood maupun warung makan.
Biasanya calamari fritti disajikan bersama lemon dan saus aioli.
10. Churros, Cakwe Manis dari Spanyol
Churros merupakan camilan khas Spanyol yang kini populer di berbagai negara. Adonannya dibuat memanjang, digoreng hingga renyah, lalu dilapisi gula dan kayu manis atau disajikan bersama saus cokelat.
Tekstur luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut membuat churros sering dibandingkan dengan cakwe Indonesia.
Perbedaannya, churros memiliki cita rasa manis, sedangkan cakwe umumnya dinikmati sebagai makanan gurih.
Kenapa Kuliner Mediterania Terasa Dekat dengan Lidah Orang Indonesia?
Banyak makanan Mediterania terasa akrab bagi orang Indonesia karena memiliki konsep memasak yang mirip, seperti menggoreng, memanggang, atau menggunakan adonan tepung sebagai bahan dasar. Selain itu, kedua budaya kuliner sama-sama kaya akan rempah, sayuran, dan makanan yang cocok dinikmati sebagai camilan maupun hidangan utama.
Meski bumbu dan bahan yang digunakan berbeda, pengalaman menikmati makanan tersebut tetap terasa familier bagi lidah Indonesia.
Cara Menikmati Kuliner Mediterania Sambil Menjelajahi Dunia
Mencicipi kuliner Mediterania tentu akan menjadi pengalaman yang lebih berkesan jika dilakukan langsung di negara asalnya, seperti Italia, Yunani, Spanyol, Turki, atau Prancis. Selain menikmati makanan autentik, kamu juga bisa mengenal budaya, tradisi, dan gaya hidup masyarakat setempat.
Salah satu cara menarik untuk mendapatkan pengalaman tersebut adalah dengan bekerja di kapal pesiar . Kapal pesiar melayani tamu dari berbagai negara dan memiliki restoran, buffet, hingga galley yang menyajikan menu internasional, termasuk hidangan khas Mediterania.
Mengenal Budaya dan Kuliner Dunia Melalui Kapal Pesiar
Berkarier di industri pelayaran internasional bukan hanya membuka peluang kerja di bidang hospitality, tetapi juga memberi kesempatan mengunjungi berbagai destinasi dunia dan bertemu dengan orang-orang dari berbagai budaya.
Bagi kamu yang tertarik dengan dunia pariwisata, pelayanan, dan kuliner internasional, bekerja di kapal pesiar bisa menjadi langkah untuk menggabungkan pengalaman profesional dengan kesempatan menjelajahi berbagai negara, sekaligus menikmati kuliner khas Mediterania langsung dari tempat asalnya.